RESUME MONITORING (PENGAWASAN)
KELOMPOK 11
A. Definisi Konseptual
Control is a
assurance that the performance can form to plan. “Kontrol
adalah jaminan bahwa kinerja sesuai dengan rencana”.
Control is to
determine what is, evaluate it, and apply corrective measuress, if needed, to
insure result in keeping with me plan. “Kontrol
adalah untuk menentukan apa itu evaluasi, dan menerapkan langkah-langkah
perbaikan, jika diperlukan untuk memastikan hasil sesuai dengan yang
direncanakan”.
Jadi, pengawasan adalah suatu proses pemantauan untuk
mendapatkan informasi tentang pelaksanaan suatu kegiatan untuk mengambil suatu
keputusan.
B. Pembahasan
a) Fungsi Pengawasan (Monitoring)
Terdapat beberapa fungsi pengawasan
menurut Ernie dan Saefullah, yaitu :
·
Mengevaluasi keberhasilan dan pencapaian tujuan serta
target sesuai dengan indikator yang ditetapkan.
·
Mengambil langkah klarifikasi dan koreksi atas
penyimpangan yang mungkin ditemukan.
·
Melakukan berbagai alternative solusi atas berbagai
masalah yang terkait dengan pencapaian tujuan perusahaan.
b) Sistem Pengawasan
·
Sistem Komperatif
Langkah-langkah pengawasan melalui
sistem komperatif, yaitu :
-
Mempelajari laporan kemajuan pekerjaan
-
Membandingkan laporan hasil-hasil pelaksanaan
pekerjaan dengan rencana awal
-
Mengadakan analisa terhadap perbdaan-perbedaan
-
Memberikan penilaian terhadap hasil pekerjaan termasuk
para penanggung jawabnya.
-
Membuat suatu keputusan untuk perbaikan dan
penyempurnaan pelaksanaan pekerjaan.
·
Sistem Verifikatif
Langkah-Langkah pengawasan melalui
sistem verifikatif, yaitu :
-
Menentukan ketentuan-ketentuan yang berhubungan dengan
prosedur pemeriksaan.
-
Membuat laporan secara periodik terhadap hasil
pemeriksaan.
-
Mempelajari laporan untuk mengetahui perkembangan dari
hasil pelaksanaan.
-
Mengambil keputusan untuk tindakan-tindakan perbaikan
atau penyempurnaan.
·
Sistem Inspeksi
Inspeksi bertujuan untuk mengecek
kebenaran dari hasil laporan dan memberikan penjelasan-penjelasan terhadap kebijaksanaan
pimpinan, dilakukan dengan rasa kesetiakawanan, solidaritas dan morak yang
tinggi.
·
Sistem Investigasi
Hasil laporan dari sistem ini
bersifat hipotesa (dugaan sementara). Sistem ini menitik beratkan penelitian
yang lebih mendalam terhadap masalah yang bersifat negatif.
Tahapan-tahapan yang dilakukan
adalah :
-
Pengumpulan data
-
Menganalisa/mengolah data
-
Penelitian terhadap data tersebut
-
Kemudian hasil penelitian nya diambil keputusan.
c) Objek Pengawasan
Objek Pengawasan merupakan hal-hal
yang harus diawasi dalam pelaksanaan suatu rencana.
Secara garis besar objek pengawasan
dapat dikelompokkan menjadi 4, yaitu :
· Kuantitas dan
kualitas program, yaitu barang atau jasa yang dihasilkan oleh kegiatan atau
program tersebut.
· Biaya
program, menggunakan tiga macam standar yaitu :
-
modal yang dipakai,
-
pendapatan yang diperoleh, dan
-
harga program.
· Pelaksanaan
(Implementasi) program, yaitu pengawasan terhadap waktu, tempat, dan proses
pelaksanaan.
· Hal-hal yang
bersifat khusus, yaitu pengawasan yang ditujukan kepada hal-hal khusus yang
ditetapkan oleh pimpinan atau manajer.
d) SOP Pengawasan
Didalam
pengawasan terdapat tujuan dari SOP pengawasan yaitu untuk pedoman agar tidak
menyimpang dari ketentuan yang ada.
Dan Manfaat
Standar Operasional Pelaksanaan (SOP) adalah sebagai pedoman bagi seluruh
anggota pengawasan dalam melaksanakan tugas dilapangan.
e) Pengawasan Efektif
Agar pengawasan efektif, maka para
manajer harus menghayati reaksi manusia terhadap sistem pengawasan.
Menurut Stoner didalam pengawasan
yang efektif haruslah memenuhi persyaratan, yaitu :
·
Ketepatan
·
Sesuai waktu
·
Objektif dan Komprehensif
·
Fokus pada titik pengawasan strategis
·
Realistissecara ekonomis
·
Luwes
·
Realistis secara organisatoris
·
Terkoordinasi dengan aliran kerja organisasi
·
Perspektif dan operasional
·
Dapat diterima para anggota orgsanisasi.
Sedangkan menurut Schermerhorn,
persyaratan pengawasan yang efektif itu yaitu :
·
Berorientasi pada hal-hal yang strategis pada
hasil-hasil
·
Berbasis informasi
·
Tidak kompleks
·
Cepat dan berorientasi perkecualian
·
Dapat dimengerti
·
Luwes
·
Konsisten dan struktur organisasi
·
Jujur dan objektif
·
Dirancang untuk mengakomodasi pengawasan diri
·
Positif mengarah ke perkembangan, perubahan dan
perbaikan.
f)
Cara-Cara Mengawasi
Pengawasan yang efektif dilakukan
oleh seorang atasan, maka haruslah terkumpul fakta-fakta di tangan pemimpin
yang bersangkutan.
Agar pengawasan efektif, maka ada beberapa
cara untuk mengumpulkan fakta-fakta yaitu :
·
Peninjauan pribadi
·
Interview atau lisan
·
Laporan tertulis
·
Laporan dan pengawasan kepada hal-hal yang bersifat
istimewa.
g) Faktor-Faktor yang Membuat Pengawasan di
Perlukan
Di dalam sebuah organisasi membuat
pengawasan sangat diperlukan, membuat pengawasan diperlukan faktor-faktor.
Faktor-faktor nya yaitu :
· Perubahan
lingkungan organisasi
· Peningkatan
kompleksitas organisasi
· Kesalahan-kesalahan
· Kebutuhan
manajer untuk mendelegasikan wewenang.

0 komentar:
Posting Komentar