RESUME KOMUNIKASI
KELOMPOK 10
A.
Definisi Konseptual
Communication
is the process by which information and the meaning or significance transferred
from the sender to the receiver. “Komunikasi
adalah proses dimana informasi dan arti atau makna ditransfer dari sender
kepada receiver”.
Communication
shows the process by which information is transmitted and understood between
two people or more. “Komunikasi menunjukkan proses
dimana informasi dikirimkan dan di pahami diantara dua orang atau lebih”.
Jadi, komunikasi adalah pemberian informasi yang didalamnya
terdapat sender dan receiver. Dan seseorang dapat saling berinteraksi baik
bahasa verbal maupun nonverbal untuk mencapai tujuan sebuah organisasi.
B.
Pembahasan
a)
Faktor-Faktor yang
Mempengaruhi Komunikasi
Di dalam komunikasi terkadang kita
mengalami gangguan, sehingga komunikasi memiliki faktor-faktor yang
mempengaruhi nya :
·
Latar Belakang Budaya
semakin
sama latar belakang budaya antara komunikator dengan komunikan maka komunikasi
semakin efektif, sehingga kebiasaan pola pikir seseorang melalui akan terbentuk
melalui suatu pesan.
·
Ikatan dengan Kelompok
Nilai-nilai
yang dianut oleh suatu kelompok sangat mempengaruhi cara mengamati pesan.
· Harapan
Harapan
mempengaruhi penerimaan pesan sehingga dapat menerima pesan sesuai dengan yang
diharapkan.
b)
Proses Komunikasi
Didalam komunikasi
pastinya memiliki suatu proses yang melibatkan seseorang dan kadang mengalami
suatu gangguan. Inilah beberapa proses komunikasi, yaitu :
· Sender : Seseorang yang mengirimkan pesan kepada
individu lain.
· Encoding : Menerjemahkan suatu bahasa yang ingin
disampaikan agar orang tersebut dapat mengerti apa yang sedang dibicarakan.
· Message : suatu informasi yang ingin disampaikan
sender kepada receiver.
· Channel : Saluran yang digunakan untuk
menyampaikan pesan.
· Decoding : Proses memecahkan kode agar pesan
tersebut dapat diterima receiver dengan masuk akal.
· Receiver : Orang yang menerima pesan.
· Noise : Suatu gangguan ketika menyampaikan dan
memahami pesan.
· Feedback : Pengetahuan tentang dampak pesan yang
diterima receiver, sehingga menimbulkan reaksi receiver disampaikan kepada
sender.
c)
Prinsip Komunikasi
Di dalam komunikasi
terdapat beberapa prinsip, diantaranya :
· Memiliki
kegunaan,
· Penuh
minat terhadap materi pesan,
· Dilengkapi
dengan alat peraga
· Menarik
perhatian bagi komunikan,
· Dilengkapi
alat peraga,
· Menguasai
materi pesan,
· Mengulangi
bagian yang penting,
· Jangan
menggangap bahwa setiap orang sudah mengerti pesan yang kita berikan (perlu
umpan balik).
d)
Tujuan Komunikasi
Tujuan
komunikasi adalah untuk membangun atau menciptakan pemahaman atau pengertian
bersama.
Di
dalam komunikasi kita tidak harus saling memahami, namun terkadang di dalam
komunikasi terjadi beberapa perubahan diantaranya :
·
Perubahan
Sikap : Suatu perubahan sikap baik positif maupun negatif setelah
komunikan menerima pesan.
·
Perubahan
Pendapat : Di dalam komunikasi sender dan receiver harus menciptakan
pemahaman agar pendapat nya dapat disesuaikan.
·
Perubahan
Perilaku : Berubahnya perilaku dari perilaku yang negatif menjadi
perilaku yang positif.
·
Perubahan
Sosial : Dari proses komunikasi yang efektif suatu hubungan
interpersonal bisa secara tidak sengaja meningkat.
e)
Manfaat Komunikasi
Terdapat 5 kategori
fungsi dan manfaat komunikasi menurut Alo Liliweri, yaitu :
· Sumber atau Pengirim,
agar informasi dapat diketahui penerima (informasi / to inform). Fungsi nya untuk menyampaikan
pesan (informasi) atau menyebarluaskan informasi kepada orang lain.
· Sumber
dimana untuk menyebarluaskan informasi dalam rangka mendidik penerima (pendidikan / to educate). Fungsi nya
menyebarluaskan informasi yang bersifat mendidik orang lain.
· Sumber
memberikan instruksi agar dilaksanakan penerima (instruksi). Fungsi nya untuk memberikan instruksi (mewajibkan atau
melarang) penerima melakukan sesuatu yang diperintahkan.
· Sumber
mempengaruhi komunikan dengan informasi yang persuasif untuk mengubah persepsi,
sikap dan perilaku penerima (persuasi / to influence). Fungsinya untuk menyebarkan
informasi yang dapat mempengaruhi (mengubah) sikap penerima agar dia menentukan
sikap dan perilaku yang sesuai dengan kehendak pengirim.
· Sumber
menyebarluaskan informasi untuk menghibur sekaligus mempengaruhi penerima
(menghibur / to entertain). Fungsinya untuk mengirimkan pesan, yang mengandung
hiburan kepada penerima menikmati apa yang diinformasikan.
f)
Fungsi Komunikasi
·
Kendali : komunikasi bertindak untuk mengendalikan perilaku
anggota dalam beberapa cara.
·
Motivasi : komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan
kepada para karyawan apa yang harus dilakukan bagaimana mereka bekerja baik dan
apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja jika itu di bawah standar.
·
Pengungkapan emosional : komunikasi yang terjadi di dalam
kelompok merupakan mekanisme fundamental dimana anggota-anggota menunjukkan
kekecewaan dan rasa puas mereka, oleh karena itu komunikasi menyiarkan ungkapan
emosional dari perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial.
·
Informasi : komunikasi memberikan informasi yang diperlukan
individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data guna
mengenai dan menilai pilihan-pilihan alternatif (Robbins, 2002 : 310-311).
g)
Macam-Macam Komunikasi
· Komunikasi Searah : Komunikator mengirim
pesannya yang diterima oleh komunikan melalui media, namun komunikan tidak
memberikan umpan balik (feedback).
· Komunikasi Dua arah : Komunikator
mengirim pesan yang diterima oleh komunikan, namun komunikan memberikan umpan
balik kepada komunikator.
· Komunikasi Berantai : Komunikator
mengimkan pesan kepada komunikan kemudian disalurkan kepada komunikan kedua,
dari komunikan kedua disampaikan kepada komunikan ketiga dan seterusnya.
h)
Karakteristik
Komunikasi
· Komunikasi
membutuhkan lebih dari dua orang yang akan menentukan tingkat hubungan dengan
oranglain.
· Komunikasi
verbal dan non verbal terjadi secara simultan.
· Dalam
komunikasi seseorang akan berespon terhadap pesan yang diterima.
· Pesan
yang diterima tidak selalu diasumsikan sama antara penerima dan pengirim.
· Pertukaran
informasi dibutuhkan ilmu pengetahuan.
· Pesan
yang dikirim dan diterima dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, pendidikan,
keyakinan dan budaya.
· Posisi
seseorang di dalam sistem sosiokultural dapat mempengaruhi proses komunikasi.
· Komunikasi
dipengaruhi oleh perasaan diri sendiri, subyek yang dikomunikasikan dan
oranglain.
· Komunikasi
terjadi secara berkesinambungan dan terjadi hubungan timbal balik.
i)
Bentuk-Bentuk
Komunikasi
Di dalam komunikasi terdapat
bentuk-bentuk, diantaranya:
· Komunikasi
Vertikal : komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas atau komunikasi
dari pimpinan ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan secara timbal balik.
· Komunikasi
Horizontal : Komunikasi secara mendatar, misalnya komunikasi antara karyawan
dengan karyawan dan komunikasi ini sering kali berlangsung tidak formal yang
berlainan dengan komunikasi vertikal yang terjadi secara formal.
· Komunikasi
Diagonal (Silang) : seseorang dengan orang lain yang satu dengan yang lainnya
berbeda dalam kedudukan dan bagian (Effendy, 2000 : 17).
Pendapat
lainnya menyebutkan, komunikasi dapat mengalir secara vertikal atau lateral
(menyisi).
Dimensi
vertikal dapat dibagi menjadi ke bawah dan ke atas.
· Ke
bawah : Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam suatu kelompok atau
organisasi ke suatu tingkat yang lebih bawah. Kegunaan dari pada komunikasi ini
memberikan penetapan tujuan, memberikan instruksi pekerjaan, menginformasikan
kebijakan dan prosedur pada bawahan, menunjukkan masalah yang memerlukan
perhatian dan mengemukakan umpan balik terhadap kinerja.
· Ke atas
: komunikasi yang mengalir ke suatu tingkat yang lebih tinggi dalam kelompok
atau organisasi digunakan untuk memberikan umpan balik kepada atasan,
menginformasikan mereka mengenai kemajuan ke arah tujuan dan meneruskan
masalah-masalah yang ada.
Sedangkan
dimensi lateral, komunikasi yang terjadi di antara kelompok kerja yang sama,
diantara anggota kelompok-kelompok kerja pada tingkat yang sama, diantara
manajer-manajer pada tingkat yang sama (Robbins, 2002 : 314-315).
j)
Gaya Komunikasi
Terdapat macam-macam gaya komunikasi diantaranya yaitu :
· The Controlling Style
Gaya komunikasi yang bersifat mengendali ini, ditandai dengan
adanya satu kehendak atau maksud untuk membatasi, memaksa dan mengatur
perilaku, pkikiran dan tanggapan orang lain. Orang-orang yang menggunakan gaya
komunikasi ini dikenal dengan nama komunikator satu arah atau oneway
communicators.
Pihak-pihak yang memakai Controlling Style of communication ini,
lebih memusatkan perhatian kepada pengiriman pesan dibanding upaya mereka untuk
berbagi pesan. Mereka tidak mempunyai rasa ketertarikan dan perhatian pada
umpan balik, kecuali jika umpan balik atau feedback tersebut digunakan untuk
kepentingan pribadi mereka.
· The Equalitarian Style
The equalitarian style of communication ini ditandai dengan berlakunya
arus penyebaran pesan-pesan verbal secara lisan maupun tertulis yang bersifat
dua arah (two-way traffic of communication).
Dalam gaya komunikasi ini, tidak komunikasi dilakukan secara
terbuka. Artinya, setiap anggota organisasi dapat mengungkapkan gagasan ataupun
pendapat dalam suasana yang demikian, memungkinkan setiap anggota organisasi
mencapai kesepakatan dan pengertian bersama.
Orang-orang yang menggunakan gaya komunikasi yang bermakna
kesamaan ini, adalah orang-orang yang memiliki sikap kepedulian yang tinggi
serta kemampuan membina hubungan baik dengan orang lain baik dalam konteks
pribadi maupun dalam lingkup hubungan kerja.
· The Structuring
Gaya komunikasi yang terstruktur ini, memanfaat pesan-pesan
verbal secara tertulis maupun lisan guna memantapkan perintah yang harus
dilaksanakan, penjadwalan tugas dan pekerjaan serta struktur organisasi.
Pengirim pesan (sender) lebih memberi perhatian kepada keinginan untuk
mempengaruhi orang lain dengan jalan berbagi informasi tentang tujuan organisasi,
jadwal kerja, aturan dan prosedur yang berlaku dalam organisasi tesebut.
· The Dynamic Style
Gaya komunikasi yang dinamis ini memiliki kecenderungan agresif,
karena pengirim pesan atau sender memahami bahwa lingkungan pekerjaanya
berorientasi pada tindakan (action-oriented). The dynamic style of
communication ini sering dipakai oleh para juru kampanye ataupun supervisor
yang membawahi para wiranegara (salesmen).
Tujuan utama gaya komunikasi yang agresif ini adalah
menstimulasi atau merangsang pekerjaan/karyawan untuk bekerja dengan lebih
cepat efektif digunakan dalam mengatasi persoalan-persoalan yang bersifat
kritis, namun dengan persyaratan bahwa karyawan atau bawahan mempunyai
kemampuan yang cukup untuk mengatasi masalah yang kritis tersebut.
· The Relinguishing Style\
Gaya komunikasi ini lebih mencerminkan kesediaan untuk menerima
sara, pendapat ataupun gagasan orng lain, daripada keinginan untuk memberi
perintah, meskipun pengiriman pesan (sender) mempunyai hak untuk memberi perintah
dan menguntrol orang lain.
Pesan-pesan dalam gaya komunikasi ini akan efektif ketika
pengiriman pesan atau sender seadng bekerja sama dengan orang-orang yang
berpengetahuan luas, berpengalaman, teliti serta bersedia untuk bertanggung
jawab atas semua tugas atau pekerjaan yang dibebankannya.
· The Withdrawal Style
Akibat yang muncul jika gaya ini digunakan adalah melemahnya
tindak komunikasi, artinya tidak ada keinginan dari orang-orang yang memakai
gaya ini untuk berkomunikasi dengan orang lain, karena ada beberapa persoalan ataupun
kesulitan antar pribadi yang dihadapi oleh orang-orang tersebut.
k)
Hambatan Komunikasi
· Filtering, menunjukkan bahwa sender secara sengaja memanipulasi
informasi sehingga receiver akan
melihat lebih favourable.
· Selective perception, receiver dalam
proses komunikasi secara efektif melihat dan mendengar berdasar pada kebutuhan,
pengalaman, latar belakang, dan karekteristik lainnya personal lainnya.
· Information oveload,
individu mempunyai kapasitas terbatas untuk memproses data.
· Emotions, kita cenderung
paling mengesampingkan rasionalitas kita dan proses pemikiran objektif dan
mensubsitusi pertimbangan emosional.
· Language, umur dan konteks
merupakan faktor terbesar yag memengaruhi perubahan tersebut.
· Silance, didefinisikan oleh
ketiadaan informasi.
· Communication apprehension, mengalami
ketegangan yang tidak semestinya dan kegelisahan dalam komunikasi lisan,
komunikasi tertulis atau keduanya.
· Gender differences, cenderung
digunakan oleh pria untuk menekan status, sedang wanita cenderung menggunakan
untuk menciptakan hubungan.
· Politically correct communication, berarti
tidak ofensif di mana makna dan penyederhanaan hilang atau kebebasan
berekspresi dirintangi.
· Personal barriers, menunjukkan
stiap atribut invidual yang menghindari komunikasi.
· Physical barriers, hambatan
fisik dapat berupa suara, waktu, tempat dan lainnya lagi.
· Semantic barriers, hambatan
oleh pengguna kata yang tidak jelas atau ambigu.
l)
Teknik Berkomunikasi
Secara Efektif
untuk menjadi komunikator atau komunikan yang baik, atasilah
hambatan-hambatan komunikator tersebut. Di samping itu jadilah,
1.
pendengar yang baik,
2.
pembicara yang efektif,
3.
pembaca yang baik,
4.
penulis yang baik,
5.
pembelajar yang baik, dan
6.
pembimbing yang baik
sebagai seorang pendengar dan pembicara yang baik haruslah
melakukan sebelas kaidah menjadi pendengar yang baik, yaitu :
· lakukan
lah kontak mata,
· hindarilah
untuk mengevaluasi lebih awal terhadap pembicara,
· hindari
pemberian “bumbu-bumbu” waktu pembicaraan dengan orang lain,
· jangan
mencampuri pemikiran orang lain yang sedang berbicara atau ikut melanjutkan
ujung-ujung pembicaraan,
· jangan
mnghindarkan diri untuk mendengarkan si pembicara karena akan menjauhkan
kertebukaan (kooperatif),
· jangan
mengiterupsi pembicaraan orang lain (berlaku sopan,)
· hindari
kecurigaan terhadap yang di bicarakan orang lain, (brsikap dan berpikir
positif) ,
· jangan
perhatikan orangnya, tetapi isi pembicaraanya,
· jangan
munafik terhadap diri sendiri karena banyak pngaruhnya terhadap isi pmbicaraan,
dengarlah si pembicara.
· Konsentrasilah
pada lawan bicara, hindari tindakan dan pikiran lain yang mengganggu.
