RESUME KNOWLEDGE MANAGEMENT
KELOMPOK 7
A. Definisi Konseptual Knowledge Management
Menurut Horwitch dan Armacost
(2002), manajemen pengetahuan sebagai pelaksanaan penciptaan, penangkapan,
pentransferan, dan pengaksesan pengetahuan dan informasi yang tepat ketika
dibutuhkan untuk membuat keputusan yang lebih baik, bertindak dengan tepat,
serta memberikan hasil dalam rangka mendukung strategi bisnis.
Menurut Santoso dan Surmach
(2001), manajemen
pengetahuan merupakan proses dimana perusahaan melahirkan nilai – nilai dari intelectuall
dan aset yang berbasiskan pengetahuan.
Menurut Shelda Debowski (2006)
Knowledge management adalah proses dalam mengidentifikasi, menangkap,
mengorganisasi dan menyebarkan aset-aset intelektual yang sangat penting untuk
kinerja jangka panjang organisasi
Jadi, manajemen perubahan
adalah Proses dimana perusahaan mengidentifikasi, menangkap, mengorganisasi dan
melahirkan nilai-nilai intelektual yang sangat penting untuk kinerja jangka
panjang dalam sebuah organisasi.
B. Pembahasan
a) Pengertian Knowledge Management
Knowledge Management ialah suatu
rangkaian kegiatan yang digunakan oleh organisasi atau perusahaan untuk
mengidentifikasi, menciptakan, menjelaskan dan mendistribusikan pengetahuan
untuk digunakan kembali, diketahui dan dipelajari dalam sebuah organisasi.
Kegiatan ini
ditujukan untuk mencapai suatu hasil tertentu seperti pengetahuan bersama,
peningkatan kinerja, keunggulan kompetitif atau tingkat inovasi yang lebih
tinggi.
Konsep
Knowledge Management ini meliputi pengelolaan Sumber Daya Mansuia (SDM) dan
teknologi informasi (IT). Tujuannya untuk mencapai
organisasi perusahaan yang semakin baik sehingga mampu memenangkan persaingan
bisnis.
b) Jenis-Jenis Penerapan Knowledge
Management
·
Tacit Knowledge adalah Manajemen pengetahuan yang
sulit dilihat secara kasat mata atau bersifat personal, karena tidak terlihat
dalam bentuk tulisan namun dapat terukur melalui kinerja seseorang. Jenis
penerapan ini dikembangkan melalui pengalaman yang sulit untuk diformulasikan
dan dikembangkan.
·
Explicit Knowledge bersifat formal dan sistematis yang
mudah dikomunikasikan dan dibagi. Menurut Polayi (1966) pada saat tacit
knowledge dapat dikontrol dalam benak seseorang, maka explicit knowledge justru
harus berganung pada pemahaman dan aplikasi secara tacit. Jadi semua
pengetahuan berakar dari tacit knowledge. Penerapan ini lebih mudah karena
diperoleh dalam bentuk tulisan sehingga setiap karyawan dapat mempelajarinya
secara independent.
c) Elemen-Elemen Knowledge Management
Di dalam Manahemen pengetahuan terdapat
beberapa elemen-elemen, diantaranya yaitu :
· People
Knowledge Management berasal
dari orang. People merupakan bentuk dasar untuk membentuk knowledge baru. Tanpa
ada orang tidak akan ada knowledge.
· Technology
Teknologi Merupakan infrastruktur teknologi yang
standar, konsisten, dan dapat diandalkan dalam mendukung alat-alat perusahaan.
· Processes
Processes terdiri dari menangkap, menyaring,
mengesyahkan, mentransformasikan, dan menyebarkan knowledge ke seluruh
perusahaan dilengkapi dengan menjalankan prosedur dan proses tertentu.
d) Tujuan Penerapan Knowledge Management
Implementasi knowledge management atau manajemen pengetahuan akan
memberikan pengaruh positif terhadap proses bisnis perusahaan baik secara
langsung maupun tidak langsung, beberapa manfaat knowledge management atau
manajemen pengetahuan bagi perusahaan antara lain:
·
Penghematan waktu dan biaya. Dengan adanya
sumber pengetahuan yang terstruktur dengan baik, maka perusahaan akan mudah
untuk menggunakan pengetahuan tersebut untuk konteks yang lainnya, sehingga
perusahaan akan dapat menghemat waktu dan biaya.
· Peningkatan aset pengetahuan. Sumber pengetahuan
akan memberikan kemudahaan kepada setiap karyawan untuk memanfaatkannya,
sehingga proses pemanfaatan pengetahuan di lingkungan perusahaan akan
meningkat, yang akhirnya proses kreatifitas dan inovasi akan terdorong lebih
luas dan setiap karyawan dapat meningkatkan kompetensinya.
·
Kemampuan beradaptasi. Perusahaan akan dapat
dengan mudah beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terjadi.
· Peningkatan produktfitas. Pengetahuan yang
sudah ada dapat digunakan ulang untuk proses atau produk yang akan
dikembangkan, sehingga produktifitas dari perusahaan akan meningkat.

0 komentar:
Posting Komentar