RESUME KEPERCAYAAN
KELOMPOK 9
A. Definisi Konseptual
“Trust isthe
expectation that other people, or groups or institutions with whom we get into
contact –interact, cooperate – will act in ways conductive to our well – being”.
“Kepercayaan adalah sebuah harapan orang lain, atau
kelompok atau lembaga dengan siapa kita mendapatkan ke sebuah hubungan yang
mempengaruhi, bekerja sama - akan bertindak dengan cara yang konduktif untuk -
kesejahteraan”.
“Trust is highly
relevant when the trustor depends on the trustee’s future action(s)to achieve
his/her own goals and objectives”.
"Kepercayaan
adalah hal yang sangat relevan saat trustor mengawasi perwakilan tindakan
kehidupan untuk mencapai tujuannya sendiri”.
“Kepercayaan adalah kompenen yang
berharga dalam setiap keberhasilan menjalin hubungan dan lebih jauh berfungsi
sebagai upaya untuk mengurangi resiko serta membangun hubungan jangka panjang
dan meningkatkan komitmen”.
“ Trust is based on
the expectation that one will find what
is expected rather than what is
feared”.
“Kepercayaan adalah dasar dalam harapan bahwa seseorang
akan menemukan apa yang diharapkan lebih baik daripada apa yang ditakutkan”.
Berdasarkan
definisi-definisi menurut para ahli diatas, kami dapat menarik kesimpulan
bahwa, Trust (Kepercayaan) adalah sebuah
harapan. Dimana seseorang individu dapat mempercayai seseorang atau pemimpin
yang mempercayai anggota oraganisasinya dalam berbuat kebaikan dan sebaliknya
individu itu akan melakukan dengan sebaik mungkin.
B. Pembahasan
- Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepercayaan
Kepercayaan ialah harapan positif. Faktor atau kunci mempengaruhi kepercayaan ada lima dimensi, yaitu :
a. Integrity (Integritas)
Integritas adalah sifat-sifat yang jujur dan bermoral.Kejujuran adalah unsur yang menentukan dalam peristiwa komunikasi.Kejujuran tidak saja menjadikan komunikasi menjadi efektif, tetapi juga mampu menciptakan pemahaman yang baik antara komunikasi dan komunikator.Pesan yang dilandasi kejujuran mengarahkan komunikasi terhindar dari distorsi.
b. Competence (Kompetensi)
Kompetensiialah sifat, pengetahuan, dan pribadi seseorang yang relevan dalam menjalankan tugasnya secara efektif.
Kompetensi terdiri atas kompetensi generik dan kompetensi spesifik.
· Kompetensi generik
Kompetensi yang bersifat umum yang harus dimiliki setiap pekerja.
· Kompetensi spesifik
Kompetensi khusus untuk mengerjakan pekerjaan khusus.
c. Concistency (Konsistensi)
Konsistensi ialah sifat kokoh atau teguh (presistent) pada pendirian, meskipun berbagai ancaman mengahadang.Orang yang konsisten dapat diramalkan tingkah lakunya, tidak mudah beruba-ubah perilakunya (sikap, pikiran, dan perbuatannya), ucapan janjinya dapat dipercaya, serta cocok antara kata dan perbuatannya.Ketidakkonsistenan antara ucapan dan perbuatan, janji dan buktinya, dapat mengurangi bahkan menghilangkan kepercayaan.
d. Loyalty (Kesetiaan)
Kesetiaan ialah keinginan untuk selalu melindungi, menyelamatkan, mematuhi, atau taat pada apa yang disuruh atau dimintanya, dan penuh pengabdian. Orang yang setia tidak akan berkhianat, serong, atau selingkung.
e. Openness (Keterbukaan)
Keterbukaan ialah keadaan dimana setiap orang yang terkait dengan pendidikan dapat mengetahui proses dan hasil pengambilan keputusan dan kebijakan sekolah. Keterbukaan sama dengan polos, apa adanya dan tidak bohong, tidak curang, jujur, dan terbuka terhadap publik tentang apa yang dikerjakan oleh sekolah.
a. Kepercayaan berbasis pada kekuatan
Kepercayaan berbasis pada kekuatanakan berfungsi hanya pada tingkat
bahwa hukuman itu mungkin, konsekuensi nya jelas dan hukuman sesungguhnya
dijatuhkan jika kepercayaan dilanggar. Lebih dari itu potensi kerugian dari
interaksi masa depan dengan pihak lain harus berimbang dengan potensi yang
diperoleh dari melanggar pengharapan. Terlebih lagi pihak yang berpotensi
dirugikan harus mau memperkenalkan ancaman pada orang yang melanggar
kepercayaan tersebut.Contoh dari kepercayaan berbasis kekuatan adalah hubungan
manajer dengan karyawan baru.Sebagai karyawan, anda umumnya percaya pada boss baru walaupun sedikit saja
pengalaman yang bisa menjadi landasan bagi kepercayaananda.Ikatan yang
menciptakan terletak pada wewenang yang ditanggung oleh bos dan hukuman-hukuman
yang dapat dijatuhkannya jika anda gagal memenuhi kewajiban-kewajiban yang
berhubungan dengan pekerjaan anda.
b.
Kepercayaan berbasis pada pengetahuan
Sebagian besar hubungan
organisasi berakar pada kepercayaan berbasis pengetahuan.Kepercayaan yang
didasarkan pada predictabilitas
perilaku yang berasal dari riwayat interaksi kepercayaan itu ada jika anda
memiliki informasi yang memadai tentang seseorang sehingga anda memhami bahwa
mereka cukup mampu memperkirakan secara tepat perilaku mereka.
Kepercayaan ini mengandalkan
informasi dan bukannya ketakutan. Pengetahuan pihak lain tentang predictabilitas tentang perilakunya
menggantikan kontrak hukuman dan kesepakatan hukum yang lazim yang terdapat
pada kepercayaan berbasis ketakutan. Pengetahuan ini berkembang dari waktu ke
waktu, umumnya sebagai fungsi dari pengalaman yang membangun kepercayaan akan
sifat dapat dipercaya dan predictabilitas.
Semakin baik anda mengenal seseorang semakin akurat anda dapat memperkirakan
apa yang dia lakukan. Yang menarik, pada tingkat berbasiskan pengetahuan,
kepercayaan tidak perlu rusak oleh perilaku yang tidak konsisten. Jika anda
yakin, anda dapat menjelaskan secara memadai atau memahami pelanggaran oleh
pihak lain yang tampak dari pihak, anda dapat menerimanya, memaafkan itu, dan
terus mempertahankan hubungan itu. Akan tetapi, inkonsistensi yang sama pada
tingkat ketakutan mungkin secara permanen menghancurkan kepercayaan.
c. Kepercayaan berbasis pada identifikasi
Tingkat kepercayaan paling tinggidicapai
bila terdapat hubungan emosional antara dua pihak. Hal itu kemungkinan satu
pihak bertindak sebagai agen bagi pihak lain dan menggantikan orang itu dalam
transaksi interprasional. Ini disebut kepercayaan berbasis identifikasi.
Kepercayaan ini ada karna masing-masing pihak saling memahami maksud
masing-masing dan menghargai keiginan pihak lain. Pengertian ini berkembang ke
titik dimana masing-masing pihak dapat bertindak secara efektif bagi yang lain.
Contoh dari kepercayaan berbasis
identifikasi adalah pasangan suami istri yang telah lama menikah dan hidup
berbahagia. Suami mempelajari apa yang penting bagi istrinya dan mengantisipasi
tindak-tindakan itu. Pada giliran isteri percaya bahwa suami akan
mengantisipasi apa yang penting baginya tanpa harus meminta. Peningkatan
identifikasi memungkinkan masing-msing pihak berfikir seperti yang lain, merasa
seperti yang lain, dan menanggapi seperti yang lain.
3.
Manfaat
Kepercayaan
Manfaat kepercayaan diantaranya adalah :
1. Terciptanya iklim saling berbagi informasi dan
kolaborasi.
2. Pertumbuhan organisasi yang lebih cepat.
3. Meningkatnya kepercayaan pelanggan dan masyarakat.
4. Berkembangnya iklim transparansi.
5. Mendorong inovasi.
6. Terwujudnya keselarasan antara sistem dan struktur organisasi.
7. Mempertinggi loyalitas karyawan.
8. Eksekusi strategi yang lebih efektif.
9. Pemanfaatan seluruh sumber daya organisasi dengan lebih efektif dan efisien.
4. Hubungan antara Pemimpin dan Kepercayaan
Kepribadian
para pimpinan memainkan peran penting dalam menumbuhkembangkan kepercayaan
dalam organisasi.Agar dipercaya, seorang pemimpin organisasi tentu mutlak harus
memiliki integritas dan kejujuran.Mereka harus benar-benar peduli pada etika
dan moral, memiliki pendirian yang teguh, selalu berusaha menepati janji, dan
berkomitmen penuh bagi kemajuan organisasi dan kesejahteraan anggotanya.
Ingatlah orang akan lebih peduli pada apa yang dikerjakan ketimbang apa yang
dikatakan. Actions speak louder than words.
Namun
integritas saja tentu tidak cukup. Pemimpin harus memiliki bakat, sikap,
pengetahuan, keterampilan, dan gaya yang sesuai. Dengan kata lain, pemimpin
harus benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Berikutnya adalah
kesediaan memikul tanggung jawab sebagai pemegang otoritas tertinggi dalam
organisasi. Pemimpin macam ini tidak akan mudah mencari kambing hitam bila ada
hal-hal yang tidak beres. Mereka lebih memfokuskan diri kepada apa yang salah,
bukan siapa yang salah.
Kepedulian (caring)
berkorelasi positif dengan kepercayaan.Pemimpin harus bisa menjadi sandaran
bagi para pengikutnya tatkala mereka merasa lelah, cemas, frustrasi, dan
kehilangan motivasi.Menghadapi kondisi pengikut yang demikian, dibutuhkan
pemimpin yang mampu berperan sebagai motivator yang mampu membangkitkan kembali
semangat para pengikut. Pemimpin secacam ini akan mampu membangun kedekatan
emosional dengan para pengikutnya. Demikian pula sebaliknya.
5. Karakter
dalam kepercayaan
Many different definitions of trust are found in
organizational behavior literature but they all refer to similar, intangible
characteristics of human behaviors. Three descriptions of trust are:
- The belief in the integrity, character, and ability of a leadeR.
- Reciprocal faith in one’s intentions and behaviors.
- “A confidant reliance on the integrity, honesty, or justice of
Banyak definisi yang
berbeda kepercayaan yang ditemukan dalam perilaku organisasi tetapi mereka
mengacu pada hal yang sama – karakteristik berwujud perilaku manusia. Tiga deskripsi
kepercayaan adalah :
- Percayaan pada integritas, karakter, dan kemampuan seorang pemimpin.
- Iman Timbal Balik dalam niat dan perilaku seseorang.
- Ketergantungan kepercayaan pada integritas, kejujuran, dan keadilan lain.
6. Cara
Mendapatkan Kepercayaan dalam Diri
Sudah
tidak diragukan lagi bahwa setiap orang
pasti ingin dirinya terus berkembang
untuk menjadi lebih
baik. Membangun diri yang
baru bukan semata-mata
dalam artian fisik atau tampilan luar
(outer beauty), namun juga
kondisi yang ada di dalam atau yang biasa kita
sebut inner beauty.
Di dalam
tubuh manusia terdapat 3
(tiga) komponen yang
sangat penting, yaitu Body, Mind, dan Soul.
Jika ingin membangun diri kita
yang baru, tiga komponen
inilah yang harus
kita perhatikan, yang mana
semua komponen tersebut
butuh suatu pembersihan.
1. Body Cleansing
2. Mind Cleansing
3. Soul Cleansing

0 komentar:
Posting Komentar