• HOME
  • ABOUT ME
  • PMP
  • TESIS
  • Sabtu, 28 Maret 2015

    TEORI SISTEM

    RESUME TEORI SISTEM
    KELOMPOK 1

    A.   Definisi Konseptual Sistem
    ·                  Gordon B. Darvis
    “system is a set of elements that are interconnected and affect each other in a certain environment”.
    Sistem adalah seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling memengaruhi dalam satu lingkungan tertentu”.

    ·              Raymond McLeod
    “system is a group of integrated elements to achieve a goal”
    “sistem adalah sekelompok elemen yang terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan”.

    ·                Ryans
    “system is any identifiable assemblage of element (object, person, activities, infromation records, etc) which are interrelated by process or structure and which are presumed to fuction as an organizational entity generating an observable”
    “Sistem adalah setiap kumpulan diidentifikasi elemen (objek, orang, kegiatan, catatan information, dll) yang saling berkaitan dengan proses atau struktur dan yang dianggap fuction sebagai entitas organisasi menghasilkan sebuah diamati”
    Dari definisi-definisi menurut para ahli diatas, kami dapat mensintesakan bahwa sistem adalah kumpulan yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi serta terintegrasi untuk mencapai suatu tujuan.

    B.      Pembahasan

    a)       Pengertian Pendekatan Sistem dan Jaringan Kerja
                   Pendekatan sistem adalah bersifat integratif, karena pendekatan ini berlandaskan pada cara brerpikir logis dan sistematis dalam memecahkan suatu masalah organisasi.
                 Pada dasarnya perencanaan kerja menggunakan cara berpikir sistem atau (pendekatan sistem) yang melihat pekerjaan sebagai salah satu sub sistem dari sistem organisasi secara keseluruhan. Perencanaan jaringan kerja sangat bermanfat bagi para pimpinan atau administrator dalam mengarahkan dan menetapkan para pekerjapada bidang dan tanggung jawab masing-masing. Seperti bidang produksi, pemasaran, bidang penelitian dan lain sebagainya.

    b)       Penggunaan, Keuntungan dan Tahapan-Tahapan Jaringan Kerja

      
              Penggunaan jaringan kerja terutama adalah untuk kegiatan proyek yang memerlukan jaringan kerja dan analisis jaringan kerja yang terperinci. Adapun penggunaanya sebagai berikut :
    1.  Proyek-proyek kompleks dengan multi kegiatan yang saling bergantung.
    2.  Proyek besar yang banyak melibatkan orang, serta menggunakan sarana dan prasarana, waktu dan dana dalam jumlah yang sangat besar pula.
    3.  Proyek yang memerlukan koordinasi antar departemen atau antar pejabat.
    4.  Proyek yang memerlukan informasi padat atau kontinue.
    5.  Proyek-proyek yang harus diselesaikan dalam waktu yang tepat dan biaya yang terbatas.
    Sedangkan keuntungannya adalah :
    1)  Keharusan menggambarkan logika ketergantungan dari setiap kegiatan dalam jaringan kerja, memaksa kita untuk merencankan suatu proyek secara lebih detail.
    2)  Dalam jaringan kerja ditunjukan dengan jelas penyelesaian kegiatan yang kritis dan tidak kritis, sehingga memungkinkan pengaturan waktu, usaha, dan perhatian tertentu secara lebih intensif.
    3)  Perencanaan Jarigan kerja sangat membantu dalam komunikasi.
    4)  Dengan prencanaan jaringan kerja dapat dimungkinkan pelaksanaan proyek secara lebih ekonomis, dan tidak ragu-ragu dalam mendayagunakan berbagai sumber yang dibutuhkan.
    Ada beberapa tahapan yang diperlukan dalam penyusunan perencanaan jaringan kerja, tahapan tersebut diantaranya :Pertama, inventarisasi kegiatan-kegiatan dalam suatu proyek.Kedua, perhatikan saling ketergantungan atau logika ketergantungan antara kegiatan yang satu dengan yang lainnya.Ketiga, penunjukan unsur waktu dapat ditentukan baik berdasarkan pengalaman teori serta perhitungan tertentu, baik menyangkutkan kapan kegiatan dimulai maupun kegiatan  tersebut berakhir, serta lamanya kegiatan tersebut berlangsung.
    c)       Pengertian PERT
    PERT adalah singkatan dari programme evaluation and review technicue ( Teknik Pengevaluasian dan Peninjauan kembali). PERT secara fundamental merupakan representasi diagramatik sebagaimana suatu alat grafik bagi manajemen.
    d)       Metode PERT
    Metode PERT adalah salahsatu metode pengelolaan yang merupakan alat bagi seorang pimpinan untuk menghasilkan suatu perencanaan yang baik dan lengkap serta berfungsi, dalam melakukan pengawasan.



    Ada dua elemen dasar PERT yakni kegiatan (aktivity) dan peristiwa atau kejadian (event). Kegiatan merupakan bagian dari proyek yang menggunakan waktu, tenaga, dana dan sumber lainnya. Peristiwa adalah saat permulaan atau akhir dari tugas. Aktivitas dinyatakan dengan panah sedangkan peristiwa dinyatakan dengan lingkaran atau persegi panjang        .

    e)       Kegunaan PERT
    Sebagai suatu model jaringan kerja atau alat pengelola. PERT dimungkinkan penggunaannya dalam berbagaai bidang kegiatan seperti bidang industri, pendidikan, administrasi, perdagangan dan sebagainya.Kegunaan PERT secara rinci adalah sebagai berikut :
    ·      Dengan adanya hubungan ketergantungan yang logis dari masing-masing kegiatan jaringan kerja, maka para manjer, administrator haruslah mengadakan perencanaan terinci sebelum suatu proyek dilaksanakan.
    ·      Dengan adanya peristiwa  atau event yang menunjukkan selesainya suatu kegiatan yang diakibatkan oleh suatu atau lebih kegiatan.
    ·      Pada jaringan kerja dapat digambarkan dengan jelas
              kegiatan-kegiatan yang mempunyai waktu pelaksanaan kritis dan kegiatan-kegiatan yang tidak kritis.
    ·      Gambaran suatu jaringan kerja memberikan bantuan yang sangat penting dalam komunikasi.
    ·      Jaringan kerja memberikan kesempatan untuk memilih pelaksanaan atau kegiattan lebih ekonomis dari segi pembiayaan, kepastian menggunakan sumber dan sebagainya.

    f)         Langkah-Langkah dalam Menggambarkan PERT
    a)  Pikirkan dan tuliskan semua peristiwa yang ada dan akan terjadi. Peristiwa-peristiwa yang tidak begitu penting dapat dihilangkan. Sesudah itu satukan peristiwa yang secara logis dapat digabungkan. Peristiwa yang terlalu besar dapat dipisahkan menjadi peristiwa-peristiwa yang lebih kecil. Hal ini harus dilakukan secara logis.
    b)  Tempatkan peristiwa-peristiwa tersebut dalam suatu urutan yang logis, kemudian beri nomor secara berurutan menurut waktu terjadinya.
    c)  Buatlah daftar peristiwa tersebut secara serial, mulai dengan peristiwa akhir dan berakhir pada peristiwa awal (1) yang merupakan permulaan proyek.
    d)  Tunjukkan peristiwa yang mendahului setiap peristiwa dan letakkan dalam suatu daftar.


    0 komentar:

    Posting Komentar

     
    daniaev's blog Blogger Template by Ipietoon Blogger Template