RESUME ANALISIS SISTEM
KELOMPOK 4
A. Definisi Konseptual Sistem
a.
Michael Beaney
“Analysis
is the process of breaking a complex topic or substance into smaller parts in
order to gain a better understanding of it.”
“Analisis adalah proses memecahkan suatu topik yang kompleks
atau substansi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil untuk mendapatkan
pemahaman yang lebih baik dari itu.”
b. Gordon B. Davis
“Sistem is a set of elements that
are interconnected and effect each other in a certain environment.”
“sistem
adalah seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling memenraruhi dalam
satu lingkungan tertentu.”
“System analysis is a problem solving technique that decomposes
a system into its component pieces for the purpose of the studying how well
those component parts work and interact to accomplish their purpose”.
“Analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah yang terurai
sistem ke dalam suatu komponen untuk tujuan belajar dengan baik bagaimana
bagian komponen bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka”.
Dari definisi-definisi menurut para ahli
diatas, kami dapat mensintesakan bahwa analisis system adalah strategi yang
digunakan perencana dalam proses pemecahan masalah. Dengan melakukan analisis
sistem kegiatan perencanaan dapat berjalan dengan baik untuk menganalisis
kebutuhan dan mengidentifikasi alternatif yang mungkin dilaksanakan.
B. Pembahasan
a) Analisis Sistem
Analisis sistem adalah kunci
yang digunakan perancana dalam proses pemecahan masalah, ini direncanakan untuk
menentukan apa yang dapat dijalankan untuk perencanaan system dan direncanakan
dengan analisis kebutuhan dan mengidentifikasi alternative yang muingkin
dilaksanakan. Analisis system tersebut dapat dilakukan dengan ketentuan;
pertama, apa yang di perlukan untuk menemukan kebutuhan sesungguhnya. Kedua,
alternative apa yang bermanfaat untuk mencapa keperluan. Dan ketiga, apa
keuntungan dan kerugian dari alternative penyelesaian.
Analasis system adalah suatu
metode atau teknik yang digunakan dalam pemecahan masalah atau pengambilan
keputusan. Analisis system ini meliputi (1) kesadaran akan adanya suatu
masalah, (2) identifikasi berbagai alternative, (3) analisis dan sintesis dari
berbagai factor, (4) penentuan suatu cara pemecahan masalah yang optimal atau
sekurang-kurangnya lebih baik dan (5) program kegiatan.
Pengunaan analisis system dapat
dikategorikan ke dalam dua kegiatan pokok, diantaranya ; pertama, sebagai
sebuah sinonim pada istilah operasional research semenjak para pekerja
menganalisa manusia dan sistem mesin. Dan kedua, sebagai sinonim untuk istilah
sistem mesin.Istilah ini kadang-kadang digunakan untuk menerangkan sistem yang
bersifat komplek san besar yang meliputi manusia dan mesin.
Analisis sistem biasanya
diarahkan kepada masalah-masalah operasional organisasi dengan suatu pandangan
untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu dan pengunaan sumber daya secara efisien.
Analisis sistem erat hubungannya
dengan pengunaan computer. Kempner, (1976) menyatakan bahwa sebelum sistem
komputerisasi dioperasionalkan diperlukan beberapa penelitian. Adapun
penelitian tersebut dapat dibagi ke dalam tiga tahap, diantaranya;pertama,
tahap studi kemungkinan pengunaan komputerisasi dalam bidang ekonomi dan
teknologi. Kedua, tahap analisis sistem dengan menentukan struktur sistem yang
ada menjadi struktur yang diperlukan dalam membuat jaringan computer. Dan
ketiga, tahap desain sistem komputerisasi secara lengkap. Menurut Winardi
Individu yang melakukan penelitian tentang sistem serting disebut sebagai programming computer dan sebagai orang
yang ahli dalam analisis sistem. Kedua pekerjaan tersebut dapat saja dikerjakan
oleh seorang individu.
Analisis sistem berbeda dengan
pendekatan sistem. Dalam pendekatan sistem proses berhubungan dengan pengunaan
logika sistem dalam menjelaskan fenomena. Hasil dari pendekatan sistem bukanlah
‘prediksi’, tetapi ‘deskripsi’ atau sesuatu yang diteliti atau investigasi. Hal
terpenting lainnya dari metode ilmiah adalah ‘ferifikasi’. Suatu pernyataan hanya
dapat dikatakan sebagai kebenaran ilmiah setelah diferifikasi atau diuji
kembali. Dengan kata lain kebenaran ilmiah sinonim dengan kebenaran yang diuji.
Pertanyaannya kemudian adalah apakah penting hasil prediksi analisa sistem
diverifikasi sebagai kebenaran ilmiah? Jawabannya adalah tidak. Karena hasil
prediksi dari analisa sistem berdasarkan pendekatan analisa matematik dan
logika dalam matematika.
b) Analisis Misi
Analisis Misi menghasilkan tujuan dan kebutuhan yang dapat
diukur pencapaian hasil sistem.Ini memerlukan spesifikasi hasil yang
berhubungan langsung dengan identifikasi kebutuhan.Misi yang objektif dalam
pembuatan keputusan berhubungan dengan spesifikasi yang di sediakan dalam sistem
perencanaan.
Selama ini kita mengetahui prosedur rancangan sistem pendidikan
dimulai darimana perencanaan itu diawali, kemana perencanaan itu diarahkan dan
kemudian bagian berikutnya dari analisa misi adalah penyampaian rencana (wajah
misi) dengan memperlihatkan atau menampilkan kegiatan dan program dari hal-hal
yang terkecil dalam rangka memecahkan masalah.Berikut ini digambarkan
langkah-langkah penyiapan materi dan alat pelajaran dengan menggunakan
pendekatan sistem.
Usaha-usaha yang mungkin untuk menyiapkan materi pengajaran
dengan menggunakan pendekatan sistem.Semua fungsi dapat berfungsi dengan fungsi
yang lainnya. Tidak semua umpan balik atau perbaikan dibebankan pada bidang
yang memungkinkan mendapatkan persetujuan sebelum berjalan (Kaufman, 1968).
c) Analisis Fungsi
Analisis fungsi adalah proses untuk menuntukan kebutuhan dari
sub fungsi untuk menjelaskan setiap elemen pada wajah misi. Ini merupakan
sistem perluasan dan pertimbangan vertical dari wajah misi.
Peningkatan analisis bagian dari fungsi dan sub fungsi di
gambarkan seperti dibawah ini yang melukiskan hipotesa analisis fungsi dari
fungsi wajah misi dari identifikasi masalah.
Contoh
analisis fungsi hipotesis yang menunjukkan setiap fungsi dapat dianalisis
ketingkat fungsi yang lebih rendah.Perhatikan bahwa ini hanyalah analisis
sebagian dari tingkatannya.Juga setiap fungsi menunjukkan kemungkinan
dianalisis ketingkat fungsi yang lebih rendah.
d) Analisis Tugas
Analisis tugas adalah akhir dari analisis yang akan dilakukan.
Dalam analisa sistem ini berbeda dari misi dan analisa fungsi hanya dapat
dilakukan pada posisi yang sederajat dan tidak jenis.
Perluasan secara vertical atau analisis dilanjutkan melalui
nilai fungsi samapai unit penampilan yang di identifikasi.Identifikasi tugas
dan perintahnya adalah pemecahan terakhir dari analisa sistem pendidikan.Adapun
bentuk dari analisis tugas dari sistem perencanaan pendidikan adalah dimulai
dari kegiatan mengidentifikasi dan menentukan kebutuhan pendidikan, menentukan
masalah, menentukan langkah pemecahan, menentukan strategi dan menyeleksi serta
memilih alternatif untuk memecahkan masalah.
e) Analisis Metode
Analisis metode diperlukan setelah analisis misi, anlisis fungsi
dan analisis tugas yang lengkap atau dapat dilaksanakan secara parallel dengan
masing-masingnya, sebagai analisis kemajuan dari kebutuhan tambahan. Gambar
dibawah ini memperlihatkan proses untuk menjabarkan analisa metode seperti
dalam bentuk parallel.
Pada gambar tersebut akan terlihat masing-masing fungsi
dijabarkan dalam analisis metoda secara paralel. Dengan menggunakan analisis
metoda setiap fungsi akan terjabar dan terurai, semakin rendah semakin mendalam
analisisnyta. Analisa metode mengindentifikasikan strategi yang memungkinkan
dan alat-alat untuk mencapai setiap keperluan penampilan dan akan mendapatkan
keuntungan tambahan dari setiap seleksi terakhir dalam langkah pendekatan
sistem berikutnya.
Analisis sitem pendidikan menentukan apa yang akan dilakukan
dari penyelesaian masalah. Alat untuk menganalisis dan sintesa sangat dibutuhkan
dalam rancangan sistem. Penunjukan kembali model pendekatan sistem untuk proses
manajemen pendidikan merupakan hal yang dibutuhkan dalam rangka memecahkan
masalah.
Analisis metoda dapat diselesaikan setelah melengkapi tugas,
fungsi, dan syarat analisis dipraktekkan dengan setiap langkah sistem analisis,
Metode seleksi dan pemilihan alternative dapat dilakukan dengan
mengindentifikasikan fungsi secara bervariasi dan tugas yang ditetapkan untuk
orang, perlengkapan, orang dan perlengkapan yang dikombinasikan.
Pendekatan sistem pendidikan merupakan proses rancangan yang
dilakukan secara logika, langsung dan sistematik, Ini memerlukan perencanaan
atau analisis terbuka dan objektif yang digunakan untuk perencanaan,
implementasi dan evaluasi. Ada beberapa hal yang diperlukan dalam perencanaan
pendidikan yang menggunakan pendekatan sistem, di antaranya adalah sebagai
berikut :
1. Kebutuhan dapat diidentifikasi dan dinyatakan secara tepat dalam
batasan yang diukur
2. Manusia mempunyai kesempatan dalam pengajaran.
3. Pendekatan secara sistematis untuk pemecahan masalah pendidikan
akan mencapai efektifitas dan efisiensi.
4. Tingkah laku dan kebiasaan dapat dispesifikasikan pada batasan
yang dapat diukur dan terakhir dengan indicator klasifikasi dan kebiasaan.
5. Lebih baik untuk mencoba menyatakan keberadaan sesuatu dan
berusaha untuk mengkuantifikasikan sesuatu yang tidak dapat diukur.
6. Secara berulang perbedaan antara harapan dan kenyataan
7. Pengajaran sangat penting dari mendengarkan.
8. Pendidikan di daerah menantang kualitas dengan menggunakan
rancangan sistem yang menawarkan daerah terpenting untuk usaha dalam
penyelidikan pendidikan.
9. Pendekatan sistem seperti alat-alat lain harus menjadi tantangan
yang tetap, dievaluasi dan berhubungan dengan alternative lain serta harus
diperiksa atau menolak ketika alat lain membuktikan lebih responsive dan lebih
bermanfaat bagi organisasi.
f) Ruang Lingkup Analisis Sistem
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam analisis misi sebagian
besar ditujukan untuk menjawab pertanyaan apakah yang perlu dimasukkan ke dalam
sistem baru?
Dalam kebanyakan kasus pertanyaan demikian dapat dirumuskan pula
sebagai berikut; hal-hal apakah lagi yang perlu dimasukkan ke dalam sistem yang
berlaku?
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umum demikian ahli analisis
sistem harus mengajukan banyak pertanyaan secara khusus, misalnya “informasi
macam apakah yang diperlukan? Oleh siapa? Bilakah? Dimanakah? Dalam bentuk
apakah? Bagaimanakah? Dinamakan sumbernya? Bilakah, bagaimana hal tersebut
dapat dikumpulkan? Dan sebagainya.
Sebuah kreterium penting, yang sangat mempengaruhi ruang lingkup
analisis sistem adalah filsafat sistem yang digunakan dan dianut oleh
organisasi yang bersangkutan. Ada beberapa filosofis yang mesti dihayati dalam
menggunakan berpikir sistem, di antaranya adalah sebagai berikut:
1)
Dasar pemikiran dari berpikir
sistem adalah logika sistem. Selama ia tidak bertentangan dengan kaidah ilmiah,
maka tidak ada alas an untuk menolah kahidrannya dalam panggung ilmu
pengetahuan. Berpikir sistem bersifat meta-theori, atau sutu logika apriori,
akan divalidasi secara empirik sebelum diterima sebagai suatu kebenaran ilmiah.
2)
Penggunaan konsep sistem akan
terbukti berguna jika digabungkan dengan usaha-usaha untuk investigasi.
3)
Mendukung sepenuh hati pendapat
dari Philip dan Mosher, bahwa berpikir sistem tidak mempunyai sejah yang jelas.
Sehingga keberadaan berpikir sistem merupakan bagian yang tidak terpisahkan
dari sejarah ilmu pengetahuan secara umum.
4)
Sebagian orang tidak setuju
bahwa berpikir sistem yang gagal disebut sebagai teori ilmiah karena gagal
mendefinisikan secara tegas apa itu sistem. Karena sistem menurut aliran
berpikir sistem didefinisikan secara berbeda dengan teori ilmu pengetahuan
khususnya. Dan pada dasarnya, suatu sistem didefinisikan atas dasar kebutuhan
untuk menganalisa, membangun mode, untuk memecahkan masalah dan sebagainya.
5)
Pendekatan sistem tidak
efisien. Karena cara terbaik untuk mengetahui masalah adalah langsung ketitik
masalah. Kecaman ini dapat dikembalikan pada sifat dari masalah. Jika
masalahnya adalah parsial dan sederhana, maka berpikir sistem tidak efisien.
Tetapi jika masalahnya adalah kompleks dan saling berhubungan, maka pengunaan
berpikir sistem sangat dimungkinkan.
6)
Doktrin dari berpikir sistem
didasarkan pada latar belakang ilmiah yang mantap, dan bukan berdasarkan
pendapat tahayul-metafisika. Dengan demikian maka batasan ontology,
epistemology dan axiology dari berpikir sistem akan dapat dipertahankan oleh
masyarakat ilmiah.
Dalam melakukan analisis sistem
diperlukan bermacam-macam informasi yang berasal dari bagian yang ada dalam
organisasi. Menurut Winardi (1988) ada empat macam cara pendekatan yang
digunakan untuk mengembangkan sistem informasi, di antaranya adalah sebagai
berikut :
1. Pendekatan hirarkis dengan prosesing data yang bersifat sentralisasi.
2. Pendekatan hirarkis dengan prosesing data yang bersifat
dsentralisasi.
3. Pendekatan sistem dengan suatu sistem informasi yang
terintgrasi.
4. Pendekatan sistem dengan sebuah sistem informasi yang
didistrubisi.
Para analis dalam rangka usahanya mengembangkan sistem informasi
hendaklah selalu menghubungkan dengan pengumpulan data dan pelaporan dengan
control semua bagian-bagian dalam sebuah organisasi.
Disamping itu ruang lingkup dari analisis sistem dapat berbeda
dipandang dari sudut jangka waktu, kompleksitas dan biaya untuk
melaksanakannya.Maka oleh karenanya ruang lingkup dari analisis sistem harus
ditetapkan secara jelas pada waktu-waktu tertentu guna menghadapi faktor-faktor
pembatasan-pembatasan biaya dan waktu.
Untuk menganalisis sistem diperlukan proposal atau usulan
anlisis sistem yang dikenal dengan (proposal
to conduct system analysis). Adapun usulan tersebut terdiri dari beberapa
hal, di antaranya; pertama, merupakan suatu titik tolak berdasarkan apa pihak
memohon jasa dan apakah ahli sistem yang bersangkutan mengerti apa yang
diinginkan daripadanya. Kedua, memberikan kepada pimpinan ahli analisis sistem
tersebut suatu kesempatan untuk mengevaluasi pendekatan tersebut dan jumlah
sumber daya yang digunakan selama mengadakan anlisis sistem.Usulan tersebut
memberikan suatu pengertian yang mendalam dan refrensi pada waktu pelaksanaan
anlisis laporan. Adapun isi usulan tersebut meliputi aspek-aspek sebagai
berikut:
1) Suatu definisi yang jelas tetapi singkat tentang alas an mengapa
anlaisis tersebut dilaksanakan atau dilakukan.
2) Sebuah definisi tentang scope analisa yang bersangkutan.
3) Suatu identifikasi tentang fakta yang sangat besar kemungkinan
akan dikumpulkan selama analisis tersebut.
4) Mengindentifikasi sumber-sumber potensial untuk mencari fakta-fakta.
5) Pernyataan tentang sasaran dan hambatan-hambatan yang mungkin
ditemui oleh para analis
6) Proyeksi tentang masalah-masalah potensial yang mungkin timbul
pada waktu pelaksanaan analisis.
7) Sebuah skedul tentative untuk melakukan analisis sistem.
Para analisis sistem jarang sekali mengembangkan suatu sistem
informasi dari titik nol. Pada kenyataannya dalam suatu organisasi aka nada
sistem atau sub sistem yang memberikan sumbangan pada sistem yang baru
dirancang. Jadi dapat dikatakan bahwa seorang analis dalam merancang sistem
yang baru akan banyak menggunakan sistem yang lama. Banyak pendapat para ahli
yang mengatakan bahwa dalam membuat sistem yang baru diperlukan penganalisisan
sistem yang lama, dan cara ini sangat menguntungkan dari segi waktu, dana dan tenaga.
Adapun keuntungan dalam menganalisis sistem yang lama, menurut Winardi (1988)
adalah sebagai berikut :
1. Efektifitas dari sistem yang berlaku
Apabila sistem lama dipelajari maka kita akan memperoleh
kesempatan untuk menilai apakah sistem tersebut memuaskan, perlu diperbaiki
sebagaian, perlu diperbaiki secara menyeluruh atau perlu diganti dengan sistem
lain.
2. Ide-Ide untuk mendesain
Tindakan untuk menganalisis sistem lama merupakan sumber ide
untuk mendesain sistem yang baru. Ide-ide tersebut meliputi apa yang sekarang
sedang dilakukan maupun kebutuhan-kebutuhan adisional. Para ahli analisis akan
mendapatkan gambaran tentang bagaimana sistem informasi yang ada dapat membantu
dalam pembuatan keputusan.
3. Pengenalan sumber
Pada waktu ahli analisis sistem mempelajari sistem yang ada,
maka ia dapat mengidentifikasi sumber-sumber yang tersedia bagi sistem baru.
Sumber-sumber tersebut dapat berupa bakat manajemen, bakat administrative dan
peralatan yang dimiliki.
4. Mengkonversi pengetahuan
Dalam rangka usaha mengidentifikasi syarat-syarat konversi, maka
para analis harus mengetahui aktivitas-aktivitas apa yang telah dilaksanakan.
Mempelajari sistem yang berlaku memberikan keterangan kepada ahli analisis
sistem tentang apa yang telah terjadi pada masa yang lalu.
5. Titik Tolak Umum
Pada waktu kita mengkomunikasikan dengan pihak manajemen, maka
para ahli analisis sistem berfungsi sebagai penggerak perubahan. Tidaklah
mengherankan apabila kita kerap kali akan menghadapi tantangan terhadap
teknik-teknik baru, ide-ide dan metode-metode baru, kekurang pengertian tentang
konsep baru, penangguhan keputusan, kurangnya komitmen. Guna memenimalkan
reaksi yang demikian perlu dipertautkan ide-ide baru dengan ide-ide yang lama
sebagai titik tolak dalam perancangan sistem yang baru.
Selanjutnya Winardi menyatakan bahwa hasil akhir dari analisis
sistem dapat berupa alternatif-alternatif sebagai berikut:
a. Hentikan pekerjaan
Pada tahap ini pekerjaan tidak dilanjutkan karena tidak adanya
pertimbangan-pertimbangan tertentu yang terjadinya suatu perubahan tertentu
pada pihak manajemen, yaitu terdapatnya TEOS (technical feasibility, economical feasibility, operational feasibility
and schedule feasibility). Oleh sebab itu perlu diarahkan analisis sistem
pada proyek-proyek yang lain
b. Situasi dimana pekerjaan dihentikan
Situasi demikian sering terjadi
dan adapun hal-hal yang menyebabkannya adalah kekurangan dana atau sikap
konservatif dari pihak manajemen. Disamping itu adanya kemungkinan bahwa biaya
yang diajukan pada waktu sekarang tidak dapat diterima, mungkin pada waktu yang
akan dating dapat dilaksanakan.
c. Modifikasi
Pihak manajer memutuskan kadangkala aspek-aspek tertentu perlu
diubah dan dikombinasikan dengan sistem atau sistem yang lain sesuai dengan
kebutuhan dan kepentingan organisasi.
d. Pekerjaan dilanjutkan secara bertahap
Aspek ini berarti pekerjaan analisis sistem akan berlangsung
sebagaimana yang telah diusulkan sebelumnya, akan tetapi proposal terakhir
harus diimplementasikan dan disyahkan sesuai dengan kemungkinan-kemungkinan
pada TEOS.
e. Pekerjaan boleh dilanjutkan tanpa syarat.
Banyak usulan atau proposal sistem atau sub sistem dibenarkan
oleh pihak manajemen, terutama tentang biaya-biaya yang dikeluarkan akan
melampaui keuntungan yang dapat diukur.
